Mengenang Kembali Piala Dunia 1986
Mengenang Kembali Piala Dunia 1986

Mengenang Kembali Piala Dunia 1986 Bersama Gary Lineker

Beritabet88.com – Inggris mungkin tidak pulang dengan trofi juara Piala Dunia 1986, tetapi ini adalah turnamen yang sangat bagus untuk penyerang mereka, Gary Lineker.
Namun sebetulnya Grup F yang dihuni Si Tiga Singa sendiri adalah grup yang cukup minim gol saat itu, di mana keempat tim peserta – Maroko, Polandia, Portugal, dan Inggris – terlihat kepayahan harus bermain di tengah panasnya Meksiko.
Inggris finis di posisi kedua di belakang Maroko berkat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan (yang malah didapat dari tim juru kunci, Portugal), dan berhasil lolos dari grup ini meski dua kali bertanding tanpa mampu mencetak gol sekalipun berkat trigol Lineker di laga terakhir kontra Polandia.

Ia kembali mencetak dua gol di babak 16 besar melawan Paraguay, dan gol keenam terjadi di laga melawan Argentina – meski gol itu hanya menjadi gol hiburan semata karena Diego Maradona mencuri perhatian sendirian di pertandingan itu.
Setelah membawa pulang Sepatu Emas dari turnamen ini, Lineker bergabung dengan Barcelona dengan nilai £2,8 juta.

Gabung Barcelona

Belum ada satu pun uban di kepala saya! Saat saya melihat foto ini, saya lantas berpikir bahwa saya mungkin akan menjadi pemain yang lebih baik bila tubuh saya berotot. Saya ingin lebih kuat saat itu. Itulah yang mereka lakukan pada penyerang muda saat ini – mengirim mereka ke gym.”

“Robson tampak seperti tengah meniru apa yang Paula Radcliffe lakukan di sini! Dia juga punya rambut keriting yang keren. Saya rasa itu semacam latihan kebugaran.”

“Ini adalah foto Ray yang sedang keluar dari lapangan setelah melempar bola pada wasit. Dia sangat kecewa setelah laga itu. Cuaca sangat panas dan itu membuatnya tambah frustrasi.”

“Ini adalah foto Robson saat kembali mendapatkan cedera bahu. Dia benar-benar kurang beruntung untuk urusan cedera. Seandainya ia tidak diganggu cedera, mungkin ia bisa membuat perbedaan di pertandingan-pertandingan Inggris.”

“Bobby bertemu dengan beberapa bocah setempat – mereka semua mengidolakannya. Dia memang selalu ramah pada siapa saja ke mana pun ia pergi, dan semuanya tambah baik dengan atmosfer Piala Dunia.”

“Saya suka gol itu. Saya sudah punya perasaan bahwa saya akan menaklukkan kiper tersebut. Saya menyambut bola dengan dada, lalu melepaskan tendangan setengah voli dengan kaki kiri. Bola langsung meluncur masuk. Sayangnya atmosfer pertandingan ini buruk: Cuma bagian yang menjadi latar belakang foto ini saja berisi penonton. Monterey adalah tempat yang sepi dan agak aneh. Cuacanya sangat panas, dan kami benar-benar kelelahan setelah laga usai.”

Baca juga : Antonio Conte Minta Maaf

Ikuti kuis tebak skor dan mix parlay berhadiah Puluhan Juta Rupiah, selengkapnya klik disini

Mendadak Terkenal

“Saya tiba-tiba dikerubungi jurnalis, harus melayani wawancara setelah semua laga itu. Dalam foto ini, saya beridir di tepi lapangan bersama Jim Rosenthal dari ITV. Di sana, Anda tidak bisa benar-benar mengetahui bagaimana kegilaan yang terjadi di tanah air, tetapi situasi seperti ini, di mana saya dikerubungi wartawan, memberikan saya sedikit gambaran.”

“Saya rasa dia ditahan karena menyamar menjadi polisi di sini! Peter adalah pria yang sangat baik dan dia bisa berteman dengan siapa saja. Segalanya menjadi menyenangkan jika ada dia – dan kerja sama kami di lapangan luar biasa, yang terbaik yang pernah saya miliki.”

“Saya tengah di bawa keluar lapangan untuk diobati waktu itu. Saya terkena sikut di tenggorokan. Peter mengambil alih posisi saya, dan ia pun sukses mencetak gol. Saya senang tapi sedikit menyesal, seharusnya sayalah yang mencetak gol! Saya mungkin bisa mencetak dua hattrick dalam dua laga Piala Dunia berturut-turut.”

Versus Uruguay

“Ini adalah gol ketiga kami kala melawan Uruguay, dan merupakan gol kedua saya. Gol itu membuat saya menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen tersebut. Atmosfer di sini agak lebih bagus karena kami berlaga di fase gugur. Sampai sekarang saya masih kecewa karena saya gagal mencetak trigol di sana!”

“Saya adalah orang yang sangat senang dengan cahaya matahari, dan saya akan selalu berjemur kapan pun saya bisa, tapi di Meksiko panasnya benar-benar luar biasa. Coba lihat celana yang dipakai Barnso itu! Dia tidak mungkin mengenakan celana seperti itu saat ini- jelas tidak mungkin dengan perut buncitnya sekarang….”

“Foto ini diambil di stadion Azteca sebelum melawan Argentina. Azteca adalah stadion yang keren dan merupakan satu stadion di mana kami bisa mendapat atmosfer yang super hebat. Mood para pemain bagus, tak seperti model potongan rambut mereka.”

“Gol terbaik yang pernah saya lihat, yang tercipta di atas lapangan yang super buruk. Itu satu-satunya momen sebagai seorang pemain ketika saya merasa saya harus bertepuk tangan untuk gol itu. Saya hanya berpikir ‘Wow!’ ketika itu. Jika ada seorang pemain yang mampu menyeret sebuah tim untuk menjuarai Piala Dunia sendirian, maka dialah orangnya di PD 1986 itu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here